Biota Laut Di Malra dan Kota Tual Alami Kerusakan Parah

Langgur,VP- Kepala UPT Loka Konserfasi Biota Laut Kabupaten Maluku Tenggara, Agus Kusnadi mengatakan kondisi biota laut di Maluku Tenggara mengalami kerusakan yang sangat para akibat pembuangan limbah dari Kapal laut seperti Minyak Tanah,Oli dan limba Industri lainnya. “minyak itukan susa untuk diuraikan, dan membutuhkan waktu yang sangat lama dan terus mengembang sehingga menutup permukaan air untuk masuknya cahaya,sudah barang tentu dengan pencemaran tersebut akan merusak pertumbuhan biota laut itu sendiri,”Ungkap Kusnadi kepada Vox Populi.

Kata dia, Selain itu penggunaan jaring Pukat Harimau juga merusak Ekosistim Terumbu Karang, termasuk banyak jenis Ikan di Laut Maluku Tenggara yang mulai punah, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Loka Konserfasi Biota Laut di Kabupaten Maluku tenggara, kalau pada lokasi yang menggunakan pukat Harimau sebagian Terumbu Karangnya menjadi patah.

Menurutnya,Ekosistim Terumbu Karang merupakan Habitat Hidup dari hampir banyak jenis  Biota laut Kerang dan Ikan Karang, sehingga apabilah Terumbu Karang itu rusak maka akan menimbulkan kekurangan produksi pada Kerang dan Ikan.

Dijelaskan,pada Gugusan Kepulauan Maluku Tenggara perkembangan terumbu karang dan biota laut lainnya di Maluku Tenggara jika dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu sangat baik, untuk saat ini dikategorikan buruk sampai pada sangat buruk karena selain penggunaan jaring pukat juga prilaku masyarakat dalam penangkapan biota laut itu dengan menggunakan Potassium,Sianida dan Bom ikan

Kepala UPT Loka Konserfasi Biota Laut Kabupaten Maluku Tenggara Agus Kusnadi menegaskan dengan kerusakan Terumbu Karang tersebut dampaknya sangat besar kepada masyarakat seperti terjadinya Abrasi Pantai, dan permukaan air laut akan naik, khusus untuk Tual dan Maluku Tenggara apabilah tidak segera ditanggulangi atau merehabilitasi terumbu Karang itu maka bisa jadi bahaya dari kerusakan Terumbuh Karang tersebut tinggal menghitung waktu.

“kerusakan itu akan lebih parah kalau kita tidak segara melakukan tindakan-tindakan penyegahan dengan melakukan rehabilitasi,”risaunya.

Dia tidak merincikan secara detail lokasi-lokasi kerusakan itu, namun menurutnya kerusakan biota laut dan terumbu karang itu sangat parah  untuk itu perlu kerja sama yang baik antar komponen masyarakat dengan tetap mengawasi perilaku masyarakat nelayan disekitar, dengan melakukan pengarahan dan pembinaan.

Selain itu dirinya juga berharap ada kerja sama yang baik dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk ikut memberikan informasi kepada masyarakat kalau tindakan mereka (masyarakat,red) itu dapat merusak biota laut, olehnya harus dibuat Program Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrov (tanaman bakau) oleh Instansi terkait.

Disampaikan pula, pada tahun 2009 lalu pihaknya telah membagikan ribuan anakan Mangrovdi Ohoi Ngilngof Kabupaten Maluku Tenggara, untuk itu dia  berharap Instansi terkait di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dapat ikut memberikan kontribusi terhadap perbaikan biota laut di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual ini.(jhon Rahabav, Koran Vox Populi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *